Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

SELAMAT MEMAAFKAN SEGALANYA

Gambar
  Lebaran sering kali dicitrakan sebagai kanvas penuh warna; tawa yang berderai, hidangan yang melimpah, dan pelukan hangat keluarga yang lengkap.   Seiring Langkah, kita mulai memahami sebuah rahasia yang lebih sunyi: Lebaran tidak selalu tentang kebahagiaan yang riuh. Lebaran menjadi sebuah perjalanan pulang—bukan sekadar tentang fisik yang kembali ke kampung halaman, melainkan jiwa yang kembali menengok ke dalam dirinya sendiri. Dalam gema takbir yang bergetar di langit malam, ada frekuensi yang berbeda-beda di setiap hati. Kita melihat realitas yang tak seragam. Kita menyaksikan mereka yang merayakan kemenangan di hadapan ruang hampa, menatap sebuah tempat duduk yang kosong, tanpa lagi ada raga yang mengisi jamuan. Di sisi lain, ada sudut-sudut rumah yang wanginya kini berubah menjadi aroma sunyi; di sana, gelak tawa yang dulu riuh kini telah meluruh, menjelma gema halus yang hanya bisa didengar oleh hati. Namun, Ternyata, inti dari Idulfitri bukan sekadar saling memaa...

ELEGI DALAM RIUH YANG SUNYI

Gambar
Belakangan ini, waktu terasa seperti kabut yang menyelinap di antara jemari; dingin, sulit digenggam, dan melenyapkan batas antara ada dan tiada. Ada sebuah ruang di dalam dada yang mendadak meluap oleh kesunyian. Sunyi yang menuntut sebuah kehadiran yang tak kunjung datang.   Pikiran saat ini sedang dilanda mendung, warna-warna enggan muncul dan cahaya seolah terserap oleh kekosongan. Menjebakkan diri dalam lingkaran aktivitas yang tak berujung. Mencuri waktu dari jam tidur, meminjam tenaga dari sisa-sisa istirahat, hanya demi memastikan jemari dan pikiran ini tetap bergerak serta layar monitor tetap berpijar. Saya mengejar tenggat waktu seolah-olah sedang berlari menjauhi dari hantu bernama "waktu luang." Sebab di dalam waktu luang itu, sunyi terasa terlalu sangat bising. Secara fisik, memang tidak ada siapapun. Kursi di seberang meja tetap kosong, dan hanya detak jam dinding yang setia menyahut napas. Namun, di balik rasa sepi yang mencekam itu, ada sesuatu yang tak ...

TENTANG JARAK YANG MENJELMA TENANG

Gambar
Ada sebuah sunyi yang tak biasa di matanya malam ini. Di saat dunia luar mulai bersiap dengan eforia dan riuh kemenangan, ia justru terlihat terjebak dalam ruang kedap suara yang ia ciptakan sendiri. Ruangan di sekelilingnya masih sama, sudut-sudutnya masih menyimpan memori yang identik, namun ada sesuatu yang telah berubah total: riuhnya kini telah menjadi rahasia yang ia simpan rapat-rapat dalam dada. Ia sedang meniti sebuah jalan yang sunyi— belajar merayakan kehilangan di tengah hari Menjelang kemenangan. Baginya, beberapa doa memang tidak dikirim untuk langsung digenggam. Ia mulai paham bahwa sebagian doa hadir hanya untuk melatih hati agar tetap lapang. Di penghujung bulan suci ini, ia terlihat sedang belajar ikhlas pada apa yang telah pergi dan mencoba tetap tenang pada apa yang belum pasti. Rindu menjadi satu-satunya tamu yang datang tanpa mengetuk pintu ke dalam pikirannya, membawa serta serpihan hati yang sedang berusaha ia rekatkan kembali satu demi satu. Namun, di ten...