Postingan

ELEGI DALAM RIUH YANG SUNYI

Gambar
Belakangan ini, waktu terasa seperti kabut yang menyelinap di antara jemari; dingin, sulit digenggam, dan melenyapkan batas antara ada dan tiada. Ada sebuah ruang di dalam dada yang mendadak meluap oleh kesunyian. Sunyi yang menuntut sebuah kehadiran yang tak kunjung datang.   Pikiran saat ini sedang dilanda mendung, warna-warna enggan muncul dan cahaya seolah terserap oleh kekosongan. Menjebakkan diri dalam lingkaran aktivitas yang tak berujung. Mencuri waktu dari jam tidur, meminjam tenaga dari sisa-sisa istirahat, hanya demi memastikan jemari dan pikiran ini tetap bergerak serta layar monitor tetap berpijar. Saya mengejar tenggat waktu seolah-olah sedang berlari menjauhi dari hantu bernama "waktu luang." Sebab di dalam waktu luang itu, sunyi terasa terlalu sangat bising. Secara fisik, memang tidak ada siapapun. Kursi di seberang meja tetap kosong, dan hanya detak jam dinding yang setia menyahut napas. Namun, di balik rasa sepi yang mencekam itu, ada sesuatu yang tak ...

TENTANG JARAK YANG MENJELMA TENANG

Gambar
Ada sebuah sunyi yang tak biasa di matanya malam ini. Di saat dunia luar mulai bersiap dengan eforia dan riuh kemenangan, ia justru terlihat terjebak dalam ruang kedap suara yang ia ciptakan sendiri. Ruangan di sekelilingnya masih sama, sudut-sudutnya masih menyimpan memori yang identik, namun ada sesuatu yang telah berubah total: riuhnya kini telah menjadi rahasia yang ia simpan rapat-rapat dalam dada. Ia sedang meniti sebuah jalan yang sunyi— belajar merayakan kehilangan di tengah hari Menjelang kemenangan. Baginya, beberapa doa memang tidak dikirim untuk langsung digenggam. Ia mulai paham bahwa sebagian doa hadir hanya untuk melatih hati agar tetap lapang. Di penghujung bulan suci ini, ia terlihat sedang belajar ikhlas pada apa yang telah pergi dan mencoba tetap tenang pada apa yang belum pasti. Rindu menjadi satu-satunya tamu yang datang tanpa mengetuk pintu ke dalam pikirannya, membawa serta serpihan hati yang sedang berusaha ia rekatkan kembali satu demi satu. Namun, di ten...

PETUALANGAN?

Gambar
Aku selalu bertanya-tanya tentang arti petualangan. Apakah petualangan tentang mengabaikan rumah untuk dianggap gagah? Apakah petualangan tentang menyendiri untuk keangkuhan diri? Apakah petualangan tentang meninggalkan gemerlap kota untuk menikmati keindahan alam? Aku akan membiarkanmu masuk ke dunia rahasiaku. Dunia magis yang penuh imajinasi. Hanya ada keindahan dan kesederhanaan. Dimana, Bahaya menjadi teman, kesedihan berubah menjadi sukacita. tak ada kebencian, hanya ada cinta. Ini adalah dunia, aku ingin hidup selamanya. Dimana pada suatu hari, aku bisa terbang dan menyentuh langit. Dilain hari, Aku bangun dan merasa bebas, untuk bermain di lautan, desa, bahkan di puncak gunung. Aku harap, aku selalu ingat. Betapa magisnya dunia ini setelah aku tumbuh dewasa nanti. Aku  tidak tahu. Bisakah aku berpaling dari itu? Aku rasa, hatiku sangat mencintainya. Kini aku sadari, petualangan adalah tentang menghilang untuk ...

JEJAK DALAM KABUT

Gambar
Ditengah kabut dengan jarak pandang yang terbatas, aku terus menapaki langkah yang entah kemana tujuan itu. Namun yang pasti aku telah memimpikan dan memperhitungkan kemana arah tujuanku berjalan. Tak ada lagi yang lebih indah daripada menikmati setiap detik keringat dan luka atas usaha yang kulakukan.                 Dunia ini memang sudah sangatlah aneh, dunia yang terlihat hijau tapi lucu. Dunia hitam tapi indah. Aku terus berjalan terus hingga jauh dan belum memilih untuk singgah, karena disitulah “anda akan menemukan kebenaran” begitu kata Albert Camus. Kebenaran yang mana yang aku caripun, aku tak tahu. Aku selalu jatuh hati untuk mencari sesuatu tanpa rasa tahu, yang akhirnya aku menemui rasa tahu itu sendiri.                 Aku sedang tidak menghakimi ambisiku sendiri, tapi aku sedang memahaminya. Sampai tak satu s...

ZAMAN KITA SENDIRI, MANUSIA DIKUTUK UNTUK BEBAS

Gambar
Jam weker menunjukan jam 3 dini hari. Seorang pria berbaring menatap langit-langit kota Malang. Dia berusaha membiarkan khayalannya terbang bebas. Setiap kali selesai dengan satu rangkaian pemikiran, dia berusaha untuk bertanya kepada dirinya sendiri, mengapa. Mungkin ada sesuatu yang dia usahakan untuk menemukannya? Kalau saja dia tidak bisa menikmati gelapnya dunia, dia mungkin telah menyelinap ke dunia impian. Sedikit menakutkan pikirannya. Semakin santai dan semakin terbuka dirinya terhadap pemikiran-pemikiran serta imaji-imaji yang datang dengan bebas, semakin dia merasa seakan-akan dia berada di gubuk dekat danau kecil di tengah hutan. Pria tersebut sendirinya sedang merancang beberapa kejutan, tapi apakah dia dapat mengontrol dirinya sendiri sepenuhnya? Apakah kesadaran itu? Bukankah itu salah satu teka teki terbesar alam raya? Apa yang membuat kita “ingat” segala sesuatu yang telah kita lihat dan alami? Dia menutup matanya sebentar. Lalu dia membuka...

MENGGARUK KESELURUH BAGIAN YANG GATAL

Gambar
“Bahagia itu sederhana, bisa menggaruk keseluruh bagian yang gatal” Aku, pengguna raga yang sudah 24 tahun lamanya. Jangka waktu yang konon katanya memasuki tahap pengakuan sebagai orang dewasa. Yang katanya pula, sudah memasuki fase pendewasaan pikiran dalam hidupnya. Tapi aku kira, pikiranmu akan menuntun pada titik kegalauan, titik antara keinginan dan kenyataan. “Dititik tertentu dalam kehidupan, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi, dan hidup kita kemudian dikontrol oleh nasib atau takdir. Itulah kebohongan terbesar dunia!” “Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang.” – Pramoedya Ananta Toer Fenomena yang akan kamu alami pertama adalah “Serangan Undangan”. Ketika teman perempun dipersunting oleh laki-laki yang lebih tua darinya dan ketika teman laki-laki yang telah siap dan memberanikan diri untuk menikahi pasangannya. Dilain arah serangan itu pula akan dilancarkan oleh o...

ABU-ABU, BURUNG TERBANG ENTAH KEMANA?

Gambar
“Akulah abu-abu..” Ketika warna menjadi keindahan bagi mereka. Malam ini, kegelisahanku mengental dalam darah, merasuki kesetiap rongga-rongga tubuh dan memperlambat otak bekerja dalam menginstruksikan langkah kaki. Teruslah lukai aku sampai kegelisahan dalam darah keluar dan habis perlahan, sehingga tergantikan oleh produksi darah-darah baru. “Akulah abu-abu..” Diantara fanatisme putih dan ekstrimisme hitam. Malam semakin larut, semesta bertransformasi. kutemui kabut menebar imajinasi, kupacu detak jantung dan kurasakan irama detaknya. Kucoba fokuskan diri dalam melawan gravitasi. kubentangkan sayap dan perlahan terbang mengudara, senyumku tersadar aku hanya merayap dalam gelap. Organ-organ seakan tak siaga dan hilang kendali. Aku terlelap tanpa ucapan indah sampai esok hari. “Akulah abu-abu..” Saat kontras dan pencerahan menjadi kunci pertunjukan. Aku merasa hidupku tidak hanya sekali, tapi hidupku berkali-kali setiap hari, setiapku membuka mata pada ...