Postingan

BERTAHAN DALAM DIAM

  Ada hari-hari di mana dunia terasa begitu riuh, tapi jiwa justru memilih untuk senyap. Rasanya seperti sedang dihantam badai yang lebih pekat, yang meremukkan tulang-tulang angan hingga menjadi debu, tanpa menyisakan ruang sedikit pun untuk napas yang tenang. Namun, di bawah langit yang rasanya runtuh ini, aku masih mencoba berdiri menantang fajar. Jika luka adalah satu-satunya bahasa yang ada untuk mengujiku, biarlah ia menghancurkan apa yang perlu hancur, sebab selagi jantung ini masih berdenyut, aku belum akan menyerah. Mungkin benar bahwa kita sering kali menjadi penyair yang paling teliti saat sedang hancur. Aku menyusun setiap diksi dalam sujudku dengan sangat hati-hati, merangkai kata-kata yang paling megah hanya agar semesta tidak perlu mencium aroma kehancuranku. Aku membungkus sesak ini dengan kalimat-kalimat yang tampak tegar, hanya agar Tuhan tahu bahwa hamba-Nya ini sedang berjuang, bukan sekadar menyerah kalah di tangan nasib yang sedang tidak ramah. Lucu memang...

SELAMAT MEMAAFKAN SEGALANYA

Gambar
  Lebaran sering kali dicitrakan sebagai kanvas penuh warna; tawa yang berderai, hidangan yang melimpah, dan pelukan hangat keluarga yang lengkap.   Seiring Langkah, kita mulai memahami sebuah rahasia yang lebih sunyi: Lebaran tidak selalu tentang kebahagiaan yang riuh. Lebaran menjadi sebuah perjalanan pulang—bukan sekadar tentang fisik yang kembali ke kampung halaman, melainkan jiwa yang kembali menengok ke dalam dirinya sendiri. Dalam gema takbir yang bergetar di langit malam, ada frekuensi yang berbeda-beda di setiap hati. Kita melihat realitas yang tak seragam. Kita menyaksikan mereka yang merayakan kemenangan di hadapan ruang hampa, menatap sebuah tempat duduk yang kosong, tanpa lagi ada raga yang mengisi jamuan. Di sisi lain, ada sudut-sudut rumah yang wanginya kini berubah menjadi aroma sunyi; di sana, gelak tawa yang dulu riuh kini telah meluruh, menjelma gema halus yang hanya bisa didengar oleh hati. Namun, Ternyata, inti dari Idulfitri bukan sekadar saling memaa...

ELEGI DALAM RIUH YANG SUNYI

Gambar
Belakangan ini, waktu terasa seperti kabut yang menyelinap di antara jemari; dingin, sulit digenggam, dan melenyapkan batas antara ada dan tiada. Ada sebuah ruang di dalam dada yang mendadak meluap oleh kesunyian. Sunyi yang menuntut sebuah kehadiran yang tak kunjung datang.   Pikiran saat ini sedang dilanda mendung, warna-warna enggan muncul dan cahaya seolah terserap oleh kekosongan. Menjebakkan diri dalam lingkaran aktivitas yang tak berujung. Mencuri waktu dari jam tidur, meminjam tenaga dari sisa-sisa istirahat, hanya demi memastikan jemari dan pikiran ini tetap bergerak serta layar monitor tetap berpijar. Saya mengejar tenggat waktu seolah-olah sedang berlari menjauhi dari hantu bernama "waktu luang." Sebab di dalam waktu luang itu, sunyi terasa terlalu sangat bising. Secara fisik, memang tidak ada siapapun. Kursi di seberang meja tetap kosong, dan hanya detak jam dinding yang setia menyahut napas. Namun, di balik rasa sepi yang mencekam itu, ada sesuatu yang tak ...

TENTANG JARAK YANG MENJELMA TENANG

Gambar
Ada sebuah sunyi yang tak biasa di matanya malam ini. Di saat dunia luar mulai bersiap dengan eforia dan riuh kemenangan, ia justru terlihat terjebak dalam ruang kedap suara yang ia ciptakan sendiri. Ruangan di sekelilingnya masih sama, sudut-sudutnya masih menyimpan memori yang identik, namun ada sesuatu yang telah berubah total: riuhnya kini telah menjadi rahasia yang ia simpan rapat-rapat dalam dada. Ia sedang meniti sebuah jalan yang sunyi— belajar merayakan kehilangan di tengah hari Menjelang kemenangan. Baginya, beberapa doa memang tidak dikirim untuk langsung digenggam. Ia mulai paham bahwa sebagian doa hadir hanya untuk melatih hati agar tetap lapang. Di penghujung bulan suci ini, ia terlihat sedang belajar ikhlas pada apa yang telah pergi dan mencoba tetap tenang pada apa yang belum pasti. Rindu menjadi satu-satunya tamu yang datang tanpa mengetuk pintu ke dalam pikirannya, membawa serta serpihan hati yang sedang berusaha ia rekatkan kembali satu demi satu. Namun, di ten...

PETUALANGAN?

Gambar
Aku selalu bertanya-tanya tentang arti petualangan. Apakah petualangan tentang mengabaikan rumah untuk dianggap gagah? Apakah petualangan tentang menyendiri untuk keangkuhan diri? Apakah petualangan tentang meninggalkan gemerlap kota untuk menikmati keindahan alam? Aku akan membiarkanmu masuk ke dunia rahasiaku. Dunia magis yang penuh imajinasi. Hanya ada keindahan dan kesederhanaan. Dimana, Bahaya menjadi teman, kesedihan berubah menjadi sukacita. tak ada kebencian, hanya ada cinta. Ini adalah dunia, aku ingin hidup selamanya. Dimana pada suatu hari, aku bisa terbang dan menyentuh langit. Dilain hari, Aku bangun dan merasa bebas, untuk bermain di lautan, desa, bahkan di puncak gunung. Aku harap, aku selalu ingat. Betapa magisnya dunia ini setelah aku tumbuh dewasa nanti. Aku  tidak tahu. Bisakah aku berpaling dari itu? Aku rasa, hatiku sangat mencintainya. Kini aku sadari, petualangan adalah tentang menghilang untuk ...

JEJAK DALAM KABUT

Gambar
Ditengah kabut dengan jarak pandang yang terbatas, aku terus menapaki langkah yang entah kemana tujuan itu. Namun yang pasti aku telah memimpikan dan memperhitungkan kemana arah tujuanku berjalan. Tak ada lagi yang lebih indah daripada menikmati setiap detik keringat dan luka atas usaha yang kulakukan.                 Dunia ini memang sudah sangatlah aneh, dunia yang terlihat hijau tapi lucu. Dunia hitam tapi indah. Aku terus berjalan terus hingga jauh dan belum memilih untuk singgah, karena disitulah “anda akan menemukan kebenaran” begitu kata Albert Camus. Kebenaran yang mana yang aku caripun, aku tak tahu. Aku selalu jatuh hati untuk mencari sesuatu tanpa rasa tahu, yang akhirnya aku menemui rasa tahu itu sendiri.                 Aku sedang tidak menghakimi ambisiku sendiri, tapi aku sedang memahaminya. Sampai tak satu s...

ZAMAN KITA SENDIRI, MANUSIA DIKUTUK UNTUK BEBAS

Gambar
Jam weker menunjukan jam 3 dini hari. Seorang pria berbaring menatap langit-langit kota Malang. Dia berusaha membiarkan khayalannya terbang bebas. Setiap kali selesai dengan satu rangkaian pemikiran, dia berusaha untuk bertanya kepada dirinya sendiri, mengapa. Mungkin ada sesuatu yang dia usahakan untuk menemukannya? Kalau saja dia tidak bisa menikmati gelapnya dunia, dia mungkin telah menyelinap ke dunia impian. Sedikit menakutkan pikirannya. Semakin santai dan semakin terbuka dirinya terhadap pemikiran-pemikiran serta imaji-imaji yang datang dengan bebas, semakin dia merasa seakan-akan dia berada di gubuk dekat danau kecil di tengah hutan. Pria tersebut sendirinya sedang merancang beberapa kejutan, tapi apakah dia dapat mengontrol dirinya sendiri sepenuhnya? Apakah kesadaran itu? Bukankah itu salah satu teka teki terbesar alam raya? Apa yang membuat kita “ingat” segala sesuatu yang telah kita lihat dan alami? Dia menutup matanya sebentar. Lalu dia membuka...

MENGGARUK KESELURUH BAGIAN YANG GATAL

Gambar
“Bahagia itu sederhana, bisa menggaruk keseluruh bagian yang gatal” Aku, pengguna raga yang sudah 24 tahun lamanya. Jangka waktu yang konon katanya memasuki tahap pengakuan sebagai orang dewasa. Yang katanya pula, sudah memasuki fase pendewasaan pikiran dalam hidupnya. Tapi aku kira, pikiranmu akan menuntun pada titik kegalauan, titik antara keinginan dan kenyataan. “Dititik tertentu dalam kehidupan, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi, dan hidup kita kemudian dikontrol oleh nasib atau takdir. Itulah kebohongan terbesar dunia!” “Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang.” – Pramoedya Ananta Toer Fenomena yang akan kamu alami pertama adalah “Serangan Undangan”. Ketika teman perempun dipersunting oleh laki-laki yang lebih tua darinya dan ketika teman laki-laki yang telah siap dan memberanikan diri untuk menikahi pasangannya. Dilain arah serangan itu pula akan dilancarkan oleh o...

ABU-ABU, BURUNG TERBANG ENTAH KEMANA?

Gambar
“Akulah abu-abu..” Ketika warna menjadi keindahan bagi mereka. Malam ini, kegelisahanku mengental dalam darah, merasuki kesetiap rongga-rongga tubuh dan memperlambat otak bekerja dalam menginstruksikan langkah kaki. Teruslah lukai aku sampai kegelisahan dalam darah keluar dan habis perlahan, sehingga tergantikan oleh produksi darah-darah baru. “Akulah abu-abu..” Diantara fanatisme putih dan ekstrimisme hitam. Malam semakin larut, semesta bertransformasi. kutemui kabut menebar imajinasi, kupacu detak jantung dan kurasakan irama detaknya. Kucoba fokuskan diri dalam melawan gravitasi. kubentangkan sayap dan perlahan terbang mengudara, senyumku tersadar aku hanya merayap dalam gelap. Organ-organ seakan tak siaga dan hilang kendali. Aku terlelap tanpa ucapan indah sampai esok hari. “Akulah abu-abu..” Saat kontras dan pencerahan menjadi kunci pertunjukan. Aku merasa hidupku tidak hanya sekali, tapi hidupku berkali-kali setiap hari, setiapku membuka mata pada ...

TULISAN NGANTUK, BERJUDUL KECOA TERAKHIR

Gambar
“Kisah tentang Preman Gang, yang brutal tapi sayang mama…” Oktober, 12 tahun lalu terjadilah saat-saat bersejarah, sebuah moment emosional dan sangat menyentuh hati yaitu mengikrarkan sebuah janji absurd dan terbentuknya sebuah kelompok preman gang (sebut saja kelompok KECOA TERAKHIR), yang berawal dari empat orang pemuda. Dan sekarang sudah mempunyai jutaan anggota kecoa-kecoa yang lain. “Preman”;  berarti manusia bebas, terkenal kejam dan “Gang” dalam kamus bahasa Indonesia berarti; jalan kecil dikampung-kampung dalam kota / lorong-lorong. Tanpa panjang lebar, karena ada ngasih tantangan / request / minta diceritain / cari cerita / jiplak / karang, gimana sih kisah memilukan, duhulu awal empat pemuda bisa ketemu. Nih gua kasih tau. Baca sampe abis. Kalo udah abis, tambah~ Terbentuknya KECOA TERAKHIR itu bermula dari empat pemuda dengan latar belakang kelam, mencekam dan sangat sulit dibayangkan dengan akal sehat, tapi kalau kalian masih coba untuk membayangkanny...

JAKARTA, MUSIM PENGHUJAN DIAKHIR OKTOBER

Gambar
Wangi aroma tanah naik saat rintik hujan mulai membasahi tanah yang kering, hangat dan baunya sangat khas. Hujan itu rintik, rintik membawa ketenangan, rintik yang memanggil kembali kenangan, dan juga rintik yang membuat rindu. Rindu untuk mengisi blog misalnya. Sudah cukup lama rasanya jari ini tidak menari-nari, merangkai kalimat demi kalimat untuk membentuk sebuah bacaan absurd. Jakarta .. saat ini sedang ingin di peluk terus menerus, lagi-lagi karna rintik itu. Matahari hanya beberapa saat mengintip dan kemudian menghilang. Esok harinya pun seperti itu. Tidak heran bunga-bunga sedang merekah-rekahnya saat ini. Ada yang dibuat tenang ada pula yang dibuat resah. Rintik tidak selalu di anggap baik bagi sebagian pandangan, rintik juga dapat memanggil kesedihan yang dulu, rintik membuat luka kering menjadi basah kembali, apalagi rintik di sabtu malam, sepasang kekasih yang sedang romantis-romantisnya memandang langit melihat bintang akan mengeluh ketika rintik itu jatuh p...

ABSURDITAS LEVEL DEWA

Gambar
Absurditas level dewa, -jika kebencian berkolaborasi dengan usaha mencari kesalahan- Jakarta itu unik. Di balik keberagaman seni budaya, agama dan perbedaan lain-nya, ada fenomena 'rumah kepiting' yang sejak dulu masih menyisakan warisan DNA nya hingga kini Seperti yang diketahui, kanibalisme dan saling menyerang adalah sifat yang paling menyolok pada kepiting sehingga dapat merugikan usaha penanganan hidup dan budidayanya Kepiting yang hendak 'keluar' dari sarangnya seringkali ditarik kembali oleh kawan-kawannya, untuk kemudian diserang, hingga pada akhirnya tak ada kepiting yang bisa benar-benar sukses 'di luar' sarangnya. Inisiatif membantu sesama seringkali dilihat sebagai kelemahan yang harus diexploitasi, dan kepiting yang sudah/akan berhasil menorehkan nama di luar sarang seringkali dianggap ancaman. Bagaimana regenerasi bisa terjadi jika fenomena semacam ini sengaja dipelihara sekelompok elit yang merasa merekalah pusat semesta. Anyw...

TERSRESAT DALAM KESUNYIAN

Gambar
Gelap menerkam,  jiwa jiwa sunyi beratraksi mengukir fantasi Angan perlahan bergerak  merajut cerita kehidupan dalam fana Tanpa sayap,  bintang seakan menarik asa melawan grvitasi Langkah demi langkah jiwa terus melaju, entah ada dimana Pandangan kosong, seakan bermimpi dalam kesadaran.. Hati seakan berontak ketika singgah dalam mimpi buruk.. Pikiran menjadi tentram ketika keindahan mewarnai angan.. Berjuta suara detik jarum jam telah berbunyi, tak terhiraukan. Dia masih disini! Namun jiwanya entah dimana.. Dia tak bersayap! Namun melayang dengan mata telanjang.. Dia bukan pemenang,  tak memilih memejamkan mata sebab merasa segalanya belum berakhir.. Dia sedang berjuang, ketika hanya itu alasan manusia untuk hidup.. Bulan mulai tenÄ£gelam,  dingin mulai membasuh tubuh... Mungkin sayap itu memang ada namun membeku,  tapi hati ini tidak.. Dia mulai malu ketika fajar tak lama lagi akan tiba waktunya.. Kelopak mat...

TERIMAKASIH BADUY

Gambar
Terimakasih Baduy... Sinar mentari membuka mataku pada kehidupan yang tentram. Senyuman dari wajah-wajah yang bersahaja mengawali hariku penuh makna. Membangunkan dari mimpi-mimpi mewah semalam. Mimpi mewah yang membutakan mata dan memupuk keserakahan tanpa mempedulikan alam. Terimakasih baduy... kau yang selalu berpihak pada alam, sebelum alam tak lagi berpihak pada kita. Dari akar sampai setiap pucuk daun, kaulah yang mengerti akan memanfaatkan dan menjaganya. Dalam setiap hisapan oksigen, kau yang mengerti cara bijak dalam melestarikannya. Tanpa jarum jam yang menunjukan angka, alam membisikanmu kapan dan kemana kau harus bergerak melangkah. Terimakasih Baduy Kau berdiri dengan gagah melawan roda peradaban. Kau berani memilih mengasingkan diri dan menutup mata atas modernisasi yang penuh keserakahan. Kau menyadarkan segelintir jiwa, bahwa hidup bukan soal kemapanan. Hidup bergotong royong, bukan tentang kekayaan keluarga dan dirisendiri. Terimakasih Baduy, Da...

SAHABAT 12 CENTIMETER

Gambar
foto from google Aku yang tak jemu kencani bintang saat semua terlelap Kau yang selalu menyala diantara malam yang semakin gelap Kejenuhan ini seakan membuatku semakin muak Entah apa yang membuatku sulit untuk beranjak Kokokan ayam seakan memulai kembali hari yang cerah Matahari secara perlahan memunculkan cahaya merah Sampai kapan kau akan selalu setia menemaniku? Sampai kapan pula kau akan mengerti bahwa aku sangat ingin menjauhimu? Secara pasti dalam raga ini kau meninggalkan bibit-bibit Bibit-bibit yang lambat laun akan menimbulkan rasa sakit Kau bilang sendiri, bahwa kau berbahaya? Tapi kenapa produksimu tak berhenti menghantui banyak nyawa? Masyarakat nan konsumtif membelaimu Bagaian dari kebodohan yang senagaja kau ramu Seakan menjadi racun yang melambaikan tangan butuh belaian Akupun selalu bodoh dan jatuh dalam kehangatan yang takkan tertahan.

HINDARI MAKANAN INSTAN, 15 SET MENU MAKANAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA INI PATUT DIBAWA SAAT MENDAKI GUNUNG

Gambar
Mendaki gunung merupakan kegiatan olahraga yang terbilang berat, fisik yang prima sangat dibutuhkan dalam pelaksanaannya. Makanan saat pendakian adalah salah satu bekal pendukung asupan kondisi fisik/tubuh dalam pendakian. Terkadang pendaki tidak menyadari hal tersebut, sehingga kurang memperhatikan bekal dalam pendakian seperti hanya mengandalkan makanan instan cepat saji, dan yang paling favorit adalah mie instan. Terkadang memang membingungkan dalam memilih apa saja makanan yang harus dibawa terutama pada pendaki pemula. Maka 15 set menu makanan ini akan membantu anda untuk memberikan referensi pilihan makanan yang sehat sekaligus mudah dibawa dan tidak sulit dalam pengolahannya. 1. Set menu makanan berat (1) Nasi Sayur sop Ikan asin Tempe mendoan Menu pertama sangat mudah didapat, aneka sayuran sop dan sayuran lain biasanya tersedia satu paket bersama bumbu di pasar tradisional. Jadi bagi yang belum mengetahui apa saja bahannya, bisa langsu...